17 Agustus 2007
cipt : W. Rudolf Supratman
Disanalah aku berdiri, Jadi pandu ibuku.
Marilah kita berseru "
Hiduplah tanahku, Hiduplah negriku,
Bangsaku, Rakyatku, semuanya.
Bangunlah jiwanya, Bangunlah badannya
Untuk Indonesia Raya.
Refrein:
Merdeka, Merdeka
Tanahku, negriku yang kucinta.
Merdeka, Merdeka
Hiduplah
Indonesia Raya,
Merdeka, Merdeka
Tanahku, negriku yang kucinta.
Merdeka, Merdeka
Hiduplah
Bendera
Proklamasi Kemerdekaan RI dikumandangkan pada hari Jum'at, 17 Agustus 1945, jam 10 pagi di jalan Pegangsaan Timur 56 Jakarta. Setelah pernyataan kemerdekan
Bendera pusaka berkibar siang dan malam di tengah hujan tembakan sampai Ibukota Republik
Bendera Pusaka dibawa ke Yogjakarta dan dimasukkan dalam kopor pribadi Presiden Soekarno. Selanjutnya Ibukota Republik
19 Desember 1948, Belanda melancarkan agresinya yang kedua. Pada saat Istana Presiden Gedung Agung Yogjakarta dikepung oleh Belanda, Hussein Mutahar dipanggil oleh Presiden dan ditugaskan menyelamatkan Bendera Pusaka. Untuk menyelamatkan Bendera Pusaka itu, terpaksa Hussein Mutahar harus memisahkan antara bagian merah dan putihnya.
Sebagai penghargaan atas jasa menyelamatkan Bendera Pusaka yang dilakukan Hussein Mutahar, Pemerintah RI telah menganugerahkan Bintang Mahaputra pada tahun 1961 yang disematkan sendiri oleh Presiden Soekarno.
Arti Warna
Bendera nasional
Bendera